Berani Berdenting

Lekas diam, biar denting terdengar.

Lekat sunyi, biar jeritan tersampaikan.

Terkadang yang berisik dan penuh alasan, mengulur waktu untuk menciptakan alasan baru.

Berputar dalam pusaran, menyamarkan lekukan dan jeritan dengan kelekasan yang buru – buru tanpa makna.

Namun tahukah kalian sesuatu yang dilakukan buru – buru biasanya terselip rentetan alasan di baliknya?

Terselubung dan mungkin penuh skenario pribadi tanpa aturan.

Dan dengan menyudahinya secepat kilat, kadang kalian lupa bagaimana sebuah proses menjalar dan menumbuhkan duri makna dan menggores di setiap jengkal jemari yang mampu bercerita.

Lupa bahwa semua hal bukan tentang akhir, bukan pula tentang diri sendiri, bukan tentang lidah yang tak bertulang atau kaki yang menapak ke pelisir terjauh dari mata.

Namun ingatlah!

Dimana ada awal mula derai, gesekan, lipatan, putaran… semuanya adalah perjalanan yang berproses menuju ujung yang acap kali dikira sebagai akhir atau mungkin saja permulaan baru untuk kembali berani berdenting.

Maka pahamilah tujuannya… sebelum denting kembali terdengar, karena prosesnya tak pernah lagi sama dan ceritanya akan memiliki makna yang berbeda.

-ie-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s