Baik Adanya, Jawaban Mutlak

Bagaimana bisa melupa, saat ingatan lebih pekat melebihi gemuruh penat?

Bagaimana bisa bercerita, saat kesadaran lebih jernih daripada kehaluan?

Lalu, lebih baik terima saja! Karena sebuah pertanyaan “bagaimana” tak selalu diperuntukkan dengan penjelasan dan pada akhirnya, keyakinan selalu menjadi jawaban mutlak.

Menengadah ke langit seakan mentari menyerap semua energi yang tersisa. Cahayanya terlalu pekat untuk dilawan dan matapun tak sanggup menantangnya. Di relung hati, secuil harapan terangkai supaya mentari tak hanya menyerap energi namun semua elemen yang melekat menyatu dalam satu dimensi. Karena ketika sebuah harapan terangkai meski belum terucap, relung hati membingkainya dengan indah supaya kelak terdengar sampai ke Sang Pencipta. Siang itu, siang dimana melepas adalah menggengam erat dengan ikhlas dan langit pun membungkuk sejenak, sekedar memastikan semua akan baik adanya.

Cara langit bercakap dengan mengirim rintikan hujan, lalu ketika langit ingin berteriak…. sering kali guyuran hujan dan kilat petir menyamar dalam rimba kehidupan. Siang itu, siang bolong dimana pelarian ini berderap lebih kencang dari biasanya. Guyuran hujan membasahi jejak kaki dan tak terasa tetesan air mata menyadur murni. Hari itu, hari penuh makna dimana setiap ingatan membuatnya menjadi nyata bahwa Sang Pencipta tetap menemani di setiap keadaan, sekedar memastikan semua pasti baik adanya.

Menancapkan gas di kemudi membuat detak jantung mengudara karena ada tujuan yang hendak dituju. Akan tetap acap kali, gas dan rem di kemudi hanya sebatas sarana berkeliaran tanpa alasan. Ada ruang kosong yang melaju tanpa mampu dikendalikan dan ada ruang isi yang menampung terlalu banyak pikiran. Sesekali, perlu bertukar tempat hanya untuk beristirahat di haluan yang tepat. Siang itu, haluan pantai memanggil dengan riang dan menghibur dengan birunya langit bersama suara ombak dan kilauan mentari membias di lautan. Ujung dari lautan hanya terlihat oleh Sang Pencipta, perlahan demi perlahan mengirim mentari terbenam. Memastikan semua yang bersinar akan meredup dan yang redup bila memadam sekalipun, tak akan padam selamanya. Sesuai Janji-Nya… semua selalu baik adanya.

-ie-

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s