Portfolio

Kalau dihitung maju mundur, aku mengoleksi pengalaman di bidang perhotelan sudah lebih dari 1 dekade. Entah apa pencetusnya memilih belajar tentang perhotelan, tapi jelas aku sangat bersyukur karena memilih yang tepat dan sesuai dengan karakter pribadi. Masih ingat ketika dulu menjadi pelajar dan ada sosok guru yang luar biasa hebat dan setiap ucapannya penuh makna, dia bernama Mr. Val Cok (Rest in love 2017).

Dia mengatakan bahwa dunia perhotelan adalah tentang melayani, menjadi pelayan yang berdedikasi dan melakukan tugas dengan sepenuh hati. Jadi pertanyaannya “Siapkah kalian menjadi pelayan untuk orang – orang asing?” Saat itu, bagiku semua hanya sebatas mata kuliah teori namun ketika berkecimpung langsung dengan dunia pekerjaan, bertumbuh dewasa… aku sadar bahwa ucapannya adalah bekal kuat untukku bertumbuh di dunia yang penuh keanekaragaman, bahkan kebiasaan melayani dan menghargai adalah jurus ampuh dalam kehidupan sosial maupun pribadi.

Mengikuti karya menulis dan seni adalah cara melihat sisi lain di luar pekerjaan. Tak terkecuali menjadi sukarelawan

Aku yakin nilai kehidupan bisa tersampaikan melalui berbagai cara: tulisan, gambaran, gerakan, berbagi perasaan. Mendengar pendapat dan pemikiran orang lain tidak selalu dengan bertatap muka, berdialog, berdiskusi ataupun berdebat.

Dunia marketing adalah dunia yang membutuhkan penglihatan tajam, keseimbangan nilai jual dan beli, dirangkai dengan ucapan penuh daya pikat tapi bukan sekedar janji belaka ada terselip kenyamanan, kepuasan serta diakhir dengan sebuah review yang dapat dirasa setelah mencicipinya.

Selain pengetahuan, keahlian dan etika baik, ternyata sebuah kerecehan di jaman sekarang bisa menjadi sumbu api untuk diakui dan bisa berinovasi. Namun bagaimana tercipta receh dan humor apabila kita tidak bisa menikmati hari dengan perasaan lega? Bagaimana bila kita merasakan hampa dan sepi di keramaian? Jawaban ini hanya bisa dijawab oleh masing – masing pribadi. Yuks, coba kasih perhatian lebih pada diri sendiri biar harmonis dan saling terhubung dengan isi hati.
Keanekaragaman menjadi lintasan yang dipenuhi dengan perbedaan dan lintasan tersebut adalah sebuah petunjuk jalan yang bisa mengarahkan kita kepada hal – hal baru tanpa harus berprasangka buruk di awal. Segala yang diawali dengan doa memang tak selalu berujung dengan jawaban yang diinginkan namun dengan berdoa setidaknya jalan – jalan buntu itu tak menjadi ujung akhir dari perjalanan tapi awal untuk memilih jalan selanjutnya.