Jika adalah Pengandaian

Jika keraguan terbesit, lihatlah bola mata lawan bicara dari dekat. Sangat memungkinkan untuk menemukan jawaban atas keraguan itu. Bibir bisa berucap apa saja, tangan dan kaki bisa melakukan banyak hal bahkan semua anggota tubuh lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, tatapan bola mata menyimpan rahasia kebenaran sekalipun linangan air mata mungkin berderai sebagai penguat rasa. Lihatlah dengan hati dan ucapkan doa di waktu bersamaan, sorot bola mata akan menampilkan kejujuran yang tak akan bisa disamarkan. Rasakan dan cobalah untuk membuktikan keraguan itu.

Continue reading “Jika adalah Pengandaian”

Warna Melekat

Setengah dari kesadaran memudar, kadarnya melebihi kapasitas. Namun senyuman di balik ketidaksadaran adalah sebuah kepolosan alami yang mungkin tak akan terpancar dalam keadaan normal.

Continue reading “Warna Melekat”

Corona Melirik

Sudah lama tak mencicipi asinnya air laut. Membenamkan diri agar tak nampak di permukaan hanya gelembung yang mengudara bebas. Gelombang mampu membawa tubuh menjauh dari daratan, lalu mengebaskan penat ke penjuru baru dan asing. Pergi dan tak menemukan jalan kembali.

Continue reading “Corona Melirik”

Musim Terindah

Bunga yang mekar melewati masa suramnya walau tak mudah. Pada akhirnya pesonanya terpancar. Meski tiada yang abadi, mekar adalah musim terindah dalam prosesnya bertumbuh.

Continue reading “Musim Terindah”

Isyarat Alunan

Alunan instrumen piano menemani, di setiap tuts ada rasa yang tersampaikan. Seperti rentetan cerita, nada mampu menghayutkan mimpi. Meskipun tanpa lirik sekalipun, ia punya cara mengisyaratkannya.

Continue reading “Isyarat Alunan”

Yang Terlintas

Jika raga dan hati tak bersinergi, pergilah! Tak perlu berpura- pura hanya untuk tampil sebagai orang yang sama. Tampillah apa adanya! Jika ‘iya’ katakan dengan lantang bahkan jika ‘tidak’ ucapkan lebih keras supaya utuh dirimu tanpa topeng.

Continue reading “Yang Terlintas”