Naungan Payung

Belakangan ini, hujan terus menemani hari.

Derap langkah pelan bersama naungan payung.

Tak mengurangi niatan untuk terus berlari.

Di jalan yang berliku maupun rata.

Aku menemukan ketulusan air hujan.

Seperti derai air mata.

Apa adanya, murni rasanya.

Menemani, menghangatkan, memeluk dingin.

Dan yang terpenting, “ketulusannya”.

Nyata… memantul dalam sebuah cermin.

-ie-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s